Apakah arti ayat ini?
"Berkat TUHANlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya". Amsal 10:22. Ayat ini seakan berkata, "manusia tidak perlu kerja, apalagi sampai kerja keras, berlelah lelah, sampai bergadang segala". Ayat ini tidak bermaksud demikian.
Kerja keras itu sangat penting. Kerja tuntas itu menambah penghasilan. Hasil yang didapat orang yang kerja lembur atau sampai bergadang pasti lebih banyak. Tuhan Sang Pencipta menghendaki setiap orang kaya menyadari kekayaannya adalah ciptaan Tuhan. Semua yang dimiliki manusia berasal dari ciptaan Allah, milik Allah, karunia Allah (Penghotbah 3:13; 5:18). Allah ber Sabda maka semua jadi ada. Diciptakan dari kehampaan menjadi ada. Sementara manusia hanya bisa menciptakan sesuatu dari materi yang sudah ada. Dengan Bersabda Tuhan menciptakan alam semesta dan segala isinya. Semua jadi ada dari yang tidak ada, haleluyah. Itulah sebabnya manusia yang menerima anugerah memiliki harus mengingat Tuhan sumber anugerah tersebut. Sebab sangat berbahaya jika tinggi hati dan lupa berbagi. Bahayanya ialah malang karena memiliki tetapi tidak bisa menikmati. TUHAN bersabda di Pengkhotbah 6:1-2 (TB) Ada suatu kemalangan yang telah kulihat di bawah matahari, yang sangat menekan manusia: orang yang dikaruniai Allah kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sehingga ia tak kekurangan suatu pun yang diingininya, tetapi orang itu tidak dikaruniai kuasa oleh Allah untuk menikmatinya, melainkan orang lain yang menikmatinya! Inilah kesia-siaan dan penderitaan yang pahit. Miliki dan nikmatilah berkat yang engkau dapat dengan selalu bersyukur atas karunia-Nya. Demikianlah arti ayat tersebut. Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar